'Nugget dari Bengkel', kreasi santri

16 November 2011

Apa yang terbersit pertama kali dari kata 'bengkel'? Secara acak kami bertanya pada seorang yang kami temui dan demikian jawabnya, "Montir, perkakas, oli, kerusakan, baut". Lantas, bagaimana ketika Anda mendengar ada nugget diproduksi dari bengkel. Semoga Anda tidak berpersepsi nugget campur oli dan perkakas kendaraan. Apapun persepsi Anda, bagaimanapun juga, nugget ini memang dihasilkan dari sebuah bengkel, bengkel nugget.

Dua orang santri Pesma Putri Mutiara adalah bagian dari tim yang menggagas lahirnya produk nugget dari bengkel makanan ini. TW sapaan akrab Tri Wahyu dan Lia Nur Aini adalah dua orang santri yang terlibat secara langsung dalam kreasi kuliner sehat alternatif ini. Mereka berdua bersama rekan-rekan mahasiswi Unair lainnya yang berasal dari FKH mengusulkan kreasi makanan ini ke Program Kreativitas Mahasiswa - Kewirausahaan (PKM-K) DIKTI dan diterima. Ketika ditanya kenapa gunakan istilah bengkel, mereka berdua menuturkan jika bengkel itu hadir untuk mereparasi. Demikian halnya dengan bengkel nugget, bengkel ini hadir untuk senantiasa me-reparasi kreasi kuliner ini untuk terus bertumbuh lebih baik. Baik dari sisi rasa, kualitas, dan kewirausahaannya.

Di samping raihan  dalam PKM-K tersebut, bengkel nugget juga memenangi kompetisi Program Mahasiswa Wirausaha yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga dan mendapatkan pendanaan sebesar Rp 9.000.000,- untuk mengembangkan produk dan usahanya. Selain itu, bengkel nugget ini juga pernah mengikuti pameran SMK Pertanian di Mataram.

Bengkel Nugget "Vet for healthy food" yang menjadi branding dari produk ini memiliki beberapa varian, yakni NATSUKA (nugget susu kambing), NASAKOM (nugget sayur komplit), dan NOGGET (nori nugget). Disamping itu, produk nugget dari kurma juga tersedia. Anda dapat langsung menyantap produk nugget istimewa ini hanya dengan Rp 3.500,- saja. Sedang untuk kemasan frozen (beku) dapat dibeli dengan Rp 13.000,- tiap kemasannya.

Tanggapan masyarakat kuliner terhadap produk ini cukup positif. Setiap pekannya, setidaknya 12 kg nugget produk frozen laku diborong pelanggan sedangkan untuk nugget siap makan tidak kurang dari 50 paket ukuran 80 gram dilahap oleh konsumen. Rasa yang unik dan menggigit  membuat konsumen yang mencicipi jadi pengen lagi dan lagi.

Dengan hadirnya produk kuliner dari bengkel nugget ini tentunya menambah deretan kreasi dan prestasi dari santri Pesma putra dan putri SDM IPTEK. Lebih lanjut tentang bengkel nugget, bisa dilihat di sini. Berikut, link untuk profil lengkap santriwati Tri Wahyu Hidayati dan Lia Nur Aini.
(subscriber asih, editor asl)



Leave a Reply