Lagi, Prestasi Santri Terukir Kembali

27 September 2011

Siapa yang tidak ingin dapat gelar akademik dengan waktu singkat sekaligus pengalaman dan kapasitas ekselen di bidang IPTEK. Dua orang santri Pesantren Mahasiswa SDM IPTEK berkesempatan untuk itu. Keduanya berhasil terpilih sebagai mahasiswa penerima beasiswa fast track yang dikelola oleh DIKTI. Melalui program tersebut, keduanya akan berkesempatan melanjutkan studi ke jenjang master dan doktor dengan biaya dari beasiswa.

Erik Sugianto dan M. Catur Nugraha adalah dua orang santri pesantren mahasiswa SDM IPTEK yang berkesempatan untuk bergabung dalam program beasiswa fast track yang diberikan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) kepada mahasiswa semester tujuh. Kedua santri tersebut saat ini sedang aktif sebagai mahasiswa Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) ITS angkatan 2008. Saat ditanya terkait motivasi mengikuti program fast track ini keduanya memiliki jawaban yang hampir sama, yakni tidak ingin melewatkan peluang untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi plus menimba ilmu ke luar negeri tanpa harus mengeluarkan dana pribadi.

Erik Sugianto menuturkan jika motivasi terbesar untuk mengikuti program ini sebagai pijakan untuk mencapai cita-citanya sebagai rektor ITS di tahun 2040 kelak. Tentunya, Erik perlu menjadi seorang pendidik di ITS. Saat ditanya lebih lanjut tentang cita-citanya tersebut, Erik menyampaikan jika dirinya ingin menjadi seorang pakar di bidang pembangunan kapal cepat dengan spesifikasi kapal perang. Sungguh cita yang mulia mengingat armada tempur laut kita yang terbatas sedang kondisi geografis kita yang sebagian besar adalah wilayah perairan.

Tidak jauh berbeda dengan Erik, M. Catur Nugraha saat ditemui di sela-sela aktivitasnya di asrama Pesantren Mahasiswa SDM IPTEK menuturkan jika dirinya juga terpikir untuk menjadi dosen untuk mengabdi sebagai pendidik. Pada awalnya, Catur ingin mengikuti jejak saudara keduanya yang bernama Dwi untuk beraktivitas profesional sebagai senior engineer di perusahaan multi national company. Namun, setelah ungkapan dan masukan dari teman-temannya di kampus jika dirinya memiliki potensi sebagai pengajar sekaligus pendidik yang handal, cita-cita untuk menjadi dosen pun tertanam pada dirinya.

Beasiswa Fast Track yang dikelola oleh Dikti ini menuntut setiap mahasiswa yang mengikuti program ini untuk dapat terus menjaga prestasi akademiknya disamping rekomendasi dari kampus yang harus sudah dikantongi sebelum mendaftarkan diri. Di samping itu, kedepannya, mereka akan terikat pada ikatan dinas untuk menjadi tenaga pendidik. Erik dan Catur menuturkan jika keterlibatan mereka berdua dalam program ini adalah sebuah pencapaian yang luar biasa. Keduanya diterima secara otomatis tanpa perlu mengikuti beberapa rangkaian tes atas kesempatan dan kuota yang terbuka lebar dan tentunya juga atas berkat rahmat Allah swt. Menurut Catur, program ini akan dilangsungkan di ITS hingga tiga angkatan kedepan. Mahasiswa yang bergabung dalam program ini akan mulai menempuh mata kuliah 12 SKS program S2 ITS di semester 7 dan 8. Sisa SKS-nya akan dilanjutkan dalam 2 semester berikutnya. Setelah usai menyelesaikan program S2, penerima beasiswa akan melanjutkan studinya ke Perancis atau Jerman untuk mengambil gelar Doktor disana.

Alhamdulillah, dengan demikian bertambah kembali prestasi santri Pesantren Mahasiswa SDM IPTEK. Semoga Allah swt senantiasa memberi petunjuk kepada setiap santri dan menganugerahkan kekuatan untuk senantiasa berkontribusi kepada umat melalui ukiran-ukiran prestasi.

Profil santri selengkapnya, klik disini.

 



Leave a Reply